Tampilkan postingan dengan label kata bebas merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata bebas merdeka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Agustus 2010

Suatu Hari Nanti (Hari yang Dilupa)

Suatu hari nanti ku pergi..
Di saat pasti tabir hari tak jemu lagi..
Lalu ku sampaikan salam padamu dari seluruh penjuru negri..
Lalu kau dilupakan lagi..lagi kau sendiri lagi..

Tak ada yang tahu..tak ada yang mau..
Ku bertumpu pada mu yang rapuh, bersandar di pintu..
Malam ini haru, ku lihat dirimu yang pilu..
Tak ada sungkan, tak ada maaf
Kepalamu terus tertunduk lesu..

Suatu hari nanti, entah apa yang menanti...
Saat anak-anak keluar berlari-lari..
Buat mengejar mimpi, agar teraih, agar bisa berbangga sendiri..
Tapi
Mereka lupa padamu sekali lagi..

Agar besarmu tak bisa terhimpit..
Agar namamu tak lupa di ingatan..
Agar ragamu tak lagi tercabik..
Apa.?
Apa yang kau minta.?
Wahai negri yang sakit..

Minggu, 28 Februari 2010

Kataku..

Cerita...
Mana dahulu kala.?
Saat semua berawal sama
Babak-babak dibatasi pigura

Panggung megah berdiri
kau dengar, kisah ini berkata
"kami bawa kau ke sini.."
"lengkap dengan undangan warna-warni.."
"agar kau suka, agar kau lupa.."

Lupa apa.?
Lupa menutupnya..
Agar ada dahulu kala..

Senin, 12 Oktober 2009

Angin, akan datangkah.?

Tak semua bisa..
Berjalan..
Terbenam di siang..
Kata-kata..
Dataran Andalusia di seberang sana..
Mengambilku..
Rinduku, di tempat lain..
Biar..
Waktuku memanggil..

Selasa, 29 September 2009

Di atasnya, di situ adanya..

Kuterbangun..
di tengah masa yang selalu memeras tiap ruas tulang yang dipunyaku..
di tengah suara-suara asing, yang tak ku mengerti..tapi memanggil..agar bisa digapai..
di tengah, mentari yang bosan menyinari, saat jembatan pelanginya telah rusak dipenggalan lama..
Kuterbangun..

Sepertiganya..ku ambil besamaan saat memakai sepatuku..
untuk kembali bertualang pada padang yang lama kutinggal..
dalam sebuah derainya, bayangan kembali membisiki..Lompat..
Lihatlah kini..serambi yang lama dirangkai hanya usang..
Tak terpakai..
Disini kucoba kenakan kembali pakaianku..lindungiku..

langkah terhenti..bukan karena resah untuk kembali beranjak..
Disini..pesisir itu mengundang untuk sekedar duduk dan meratapi..masuk dalam pesonanya..
Atau merasakan dinginnya air yang menggigit, halusnya pasir yang hangat saat pagi tadi..
bebaskan sejenak pikiran lama dibelenggu, biar dia bisa menghirup, biar bisa ia merasakan, kebebasan ini...walau hanya singkat..
di sudut pelupuk mata..lelah..
O, biru..jangan berhenti pelukku..

Ratapan rinai..
Tawa candanya mencandu..
hinggapi tiap pepohonan..melambai..
"kembalilah lain kali"
Haha...ku tak terbiasa berjalan mundur..
Ditengah lelap itu..kuterbangun..

Hei, Waktu.!

Aku pernah disana..
Mimpi yang nyata..atau nyata yang ternyata bermimpi.?
Tak resah walau hanya sekedar menonton TV hitam putih, kadangpun keruh..
Berkata yang bisa terucap, walau terdengar naif..
Mungkin ku senang naif..

Mereka bilang waktu tak berhenti..tak pula menepi..
Hanya maju..
Menggilas segala yang termangu, atau sekedar melambatkan hidupnya..
Ku tahu itu..
Terkikis dalam kecepatannya..
Dan hilang...

Tak lagi berbicara lantang, tentang dunia..
Terlalu khawatir pada yang bertuju..
Padahal mungkin...ku tak resah saat berdiri disana..saat sampai disana..
Jalannya ku pergi dengan berbeda..
Jalan pulang takkan berubah..jalannya hanya satu...

Undakan hanya kau yang buat, halang rintang..tak seberapa...
Kenapa.?
Suaraku mulai bernyanyi tak sama..
Dalam kereta, dibalik kaca, dibiaskan lajunya..
Cahaya tetap terik..cemerlang seperti biasa..
Walau citraan tersapu habis dengannya..
ini tak seberapa..

Aku pernah disana..
Kulihat lagi dari tempat ku berpijak..Sekarang..
Tak berbeda dengan dulu..Sekarang..
Hanya saja..
Senyumnya tak seindah sekarang..Dulu..
"Ya, aku pernah disana"
dan ku pun mulai berjalan, dengan hangatnya ditangan..

Selasa, 28 Juli 2009

Sisi Waktu

Aku mau..
Bersauh satu di sana..
Hanya satu, dengan ungkapan yang baru..
Serba baru, biar tahu..

Melimbung rasa lalu, yang lalu sudah berlalu..
Hanya tergerak segan tapi maju, hanya maju tapi tak mau..
Hidup berlabuh di sini, saat kail tak teraih..kadang..
Mau dimana dihabiskan? Dalam sunyi semu menghampiri..

Pusaran waktu, di situ..
Di tempat dulu, saat bertukar tegur sapa yang biasa..
Berteduh saat langit mengasihi, hanya kasihi...
Agar terbagi, saat nanti si pagi..

Malam berpendar, jadi satu..
Bukan lagi dikatakan dengan cara yang baru..
Hanya tahu..
ku begitu, kau begitu..

Selamat Jalan...

Jabat tanganku...
Bila tak lagi diraih..
Di waktu yang bergulir..
masih dirasa jalan yang beralur..

Sehabisnya berakhir lagi..
Permulaan yang datang dan pergi..
Temaram yang segan dilewati..
Langkah berliku ikuti..

Bayang tentang penggalan ingatan dulu..
Yang mengekang dalam abu..
Hinga lupa..
Saat pernah di sana..

Sabtu, 04 Juli 2009

Citraan V

Sunyi ini
Bangunkan yang terlelap dari
Mimpi yang tak pernah mengakhiri
Waktu tak berdetak
Ruang begitu sepi
Malam nanti pergi

Sabtu, 06 Juni 2009

Rima

Kelamaan, peristiwa yang larut..
Di jenuhnya
Pikiran, mematung dalam rinai..
hingga usang bayang semu..
Pergi..

Lalu datang
Bicara berita, tertabuh..
"Dan kini, semua mati.."
Hitam menghujatkan, lalu tertahan hantam..
Obituari di lembar balik berlalu..

Berpesan tak ada..
Debur yang datang dan sirna..
Terbawa dongeng yang tersiar di sana, lelap terasa..
Ufuk kan terangi gelap hati..
Berpanggil, sebuah tawa..menjalin sapa..

Berkecamuk hingga benar lusuhnya..
"Di sini, sudah tak lagi terpijakan.."
Catatan pendek dalam tiap baris, terhenti..
Memilah, bukan menilai..

Ngilu tangan kepayahan, tersesak..
Dahaga berkepanjangan,,
Mulut yang ternganga..sudah gemetar berkata..
Lirih, "Bukan kau, hidupku diberi.."
Gumammu, tertinggal dalam rak sepatu..

Rabu, 27 Mei 2009

Sound of Life

Dawn nearly ended...
Grave that been crafted..
Past away..time won't slowly..
Reason to live on..

Rye that burn to ashess..
Feel the sorow..soon to forgoten..
Fairytale...
Beyond the horizon..

Made mistake..that mistook..
Some token to kept..
While others try to bought..
Echoing from farland..

Jumat, 22 Mei 2009

Dekat...

Perlahan, sadari sejenak...
Waktu yang mulai melambat..
Berkejaran mimpi yang terangkai..
Berjuntai di belakang saat ikat rambut yang melambai..

Jalan yang terlupa, dalam keseharian..
Jenuh tak berujung, rasa yang membiru sendiri..
Dalam tangan tergenggam, hanya saja terlepas..
Pelampiasan tempo yang terlewat oleh raga yang payah..

Akan mulaikah terang dataran dingin..?
Saat mulai layu dia bersadar..
Di ruang yang tak berbatas, kuraih kah..?
Cemas menunggu datangnya pagi,,

Senin, 18 Mei 2009

Citraan IV

Meradang masuk tapi apa..?
Berjuntai angin semilir membawa..membuka..
Berkejaran tawa canda, entah mengapa..?
Hanya berita simpang siur, hilir mudik bercerita..

Hidupmu tinggal apa..? Melupa..
Nyanyian angin menghadap biliknya, berharap..
Menderu sisakan misteri semua musim yang lalu, berkata..
"Sampaikan salam sampai ke sebrang jurang.."

Selintas hinggapi dunia dan memecahkannya...
Merunut sebuah peristiwa, membagi waktu dulu dan sekarang..
Memilahkan asa, hingga jadi sebuah warna..
Rinai tertembus sampai telinga..ku diam..
Hanya hamparan nada..

Temani lelap ku saat kepayahan bersama sinar lemahnya...
Lukiskan angan di penghujung langit yang bebas..
Sambil berdayu pelan, agar singgah agar singgah tujuan...
Tak berdalih lagi...sayang...

Simpan sekelebat kenangan tentang pagi yang tak lagi usang..
Hujan melerai semua, menghumuskan perlawanan terakhir yang sebisa..
Pada babak akhir nantinya, semua kembali tertutup dari hadapan..
Panggung mati lagi, jejak-jejak tertinggal berdesakan..

Meradang lagi, tapi untuk apa..?
Terkikis senyum itu di papan sebuah nama..Siapa..?
Hanya saja tak lagi mampu, biarkan...
Saat terbenam akan pulang semua gelisah..

Minggu, 03 Mei 2009

Hujan Turun (Bumi Mendekam)

Harapnya tersapu dalam deras hidupmu...
Dalam memori di sudut ruang mata..
Layu melebam, terkikiskan sendu yang semalam..
Layar tertutup sudah, bukan angin tak lagi resah...
Tertaburkan sekerlip cahaya, terang yang sisa hari..
Tak menggundah, tak mau lagi payah..
Sepintas habis sudah penantian, jangan terpenuhi lagi..
Semburat warna-warninya dalam hujan..
Jangan lagi sesalkan, walau sesakkan..
Di tiap rintik terbawa, air menghujam
Bumi terus mendekam..diam...
Dengarkan...

Patah hati

Ada yang tak nyaman di dalam...
Di tepian, bila waktu temaram..
Di setiap langkah mengerang...
Langit pucat pasi, di hadapan hari di sabtu petang..
Untaian kata yang tergenang, dalam angan menerawang..
Tak lama, namun tak sedikit melupa..
Isiannya hanya berongga...
Menggaung tersapa..
Bukan bicara, hanya terhenti saja..

Citraan III

Beratnya meniti jalan yang panjang...
Naik turun, kadang bersimpangan..
Mana yang menanti, meniti...?
Yang menjemput saat akhiri minggu..
Angin mengikis, lalu terhambur lagi saja...
Malangnya tak ada yang berbinar..
Sedikit saja, beri tunjuk jalan arahku...
Sekedar bisa upaya ini..
dan tersambung lagi angan menggapai..
Bocah hanya riang saja..
Esokkan beranjak muda..
Tidurlah..sekejap memejam lalu
Malam tahu kelamkan mimpimu..

Citraan II

Jejak ini ku titipkan...
Pada percaya yang datang...
Besok mungkin ku bawa...
Atau lupa tertinggal saja...
Mana asa yang terjaga
Atas rasa yang masih kelabu..?
Tersimpan, sembunyi ini...
Lambat laun...
Ku takkan datang

Jumat, 10 April 2009

Bayang-bayang

Dalam malam legam...
Bayangmu ku genggam..
Bersamaan dengan hari yang kelam..
Dengan mata melebam..

Bukan seberat, gunung bernaung..
Hanya terus mengusung,,
Harapan yang sudah habis terpasung..

Penjuru habiskan seluruh..
Segenap kubuang, sambil ludahi..
Tatap kosong yang perih terpeluh..
kulupa, hanya bayang penuhi..

Dalam legam yang bukan malam..
Bukan bayangmu tergenggam..
Dengam mata lebam yang terpejam..
Kusadar walau pelan...ku tenggelam

Rabu, 01 April 2009

Sisi Cerita...

Those notes you wrote me
I've kept them all
I've given a lot of thought of how to write you back this fall
With every single letter in every single word
There will be a hidden message about a boy that
loves a girl

Lalu, lama lagi ku pinta..
Haluan bergerak berdesakan..
Dalam kalbu terasa, namun sulit
Berebut agar tak hilang,,

Datangnya perlahan, sekian waktu
Tebuang sepintas hanya satu..
Bukan rekaan, lagi semu dalam senyum..
Kau berdiri, tapi tak menanti..

Turun membasahi, langit-langit..
Kaku beku akan suara..Padahal
sangat nyata ketika dirasa..
Atau hanya berperasaan semata..?

Di hari, yang berganti
Bukan diingat, hanya mati..
Lirik bukan tatap,,
Ada bukan miliki..

Satu jeda yang terisi,,
saat dulu mengasihi..

"Do you care if I don't know what to say
Will you sleep tonight will you think of me
Will I shake this off, pretend it's all okay
That there's someone out there who feels just like me
There is"

Rabu, 04 Februari 2009

Separuh Waktu..

Di sini ku berdalih
Reka pada peristiwa yang diangkat
Sendiri, bersamaan dengan umpatan yang bergaung
Bertanya, apakah pantas semua..?

Lalui, angan yang terbujur menunggu
Kisah yang disimpan, bersama dengan pandu
Langit-langit bergeming seiring
Bertabuh lagi, si derma
Meraung..

Sudah saatnya berkata..
"Kau sudah terlalu, kapan lagi bicara?"
Mengalir elegi ini, di alurmu lalu
Tinggal pergi dengan gaung di sandar
Nafas suram di raih..

Sepanjangnya, terbentang di baliknya mengukir
Manik buat tergelincir, sampai lupa berbangkitan
Ujung jalan ini, sayang membalik bukan sekedar..
Mungkin berpapasan berganti tapi
Kau hendak jalan pulang
Sayang..

Rabu, 21 Januari 2009

Sebegitunya..

Dan pintu ini terbuka lagi,,
Dan memandang sekali..
Dan mengingat..

Hujan berganti, musim lewati..
Malamnya tak berbalik untuk bisiki..
Ingatan segenggam perlahan..
Ku sudah tak biru..

Waktu beriak, dalam sesekali...
Mengintip terisak, ku sembunyi..
Lebih pasti, namun masih memergoki..
Semburat warna-warni..

Tak biasa dengan ini..
Banyak tak terjawab semua yang dikasihi,,
atau sering tertegun ingin memberi..
Harap tak jemu saja berawal dimana..

Diawali dengan sapa..
Diawali dengan sajak..
Tak lagi kini meniduri..
Tak sebebas kini dulu sunyi..

Hanya pintu ini terbuka lagi,,
Hanya memandang sekali..
Hanya mengingat..