Tampilkan postingan dengan label singgungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label singgungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2008

Polemik

Jaman sekarang sudah tak lagi mengenal aturan,,
Semua berdasarkan untung/rugi, dan amnesia tentang balas jasa...
Rutin terjadwal dan sisi lainnya hanya beringas dengan pertanyaan besar tentang nilai "kewarasan.." sebagai sarapan pagi

Hidup sekarang seperti bungkusan natal dan parsel lebaran..
Entah isinya basi menyebar penyakit..
Atau Bohong yang ditutupi dengan basa-basi...
Semua nilai dikebiri dan di ganti dengan undang-undang yang memprostitusi keluhuran golongan tua...

Semua mati layu dan terus menyanyikan hyme yang mengiris benak kepayahan..
Waktu memang masih sama 24jam dalam keseharian, tiap detik yang begitu membosankan dinanti..
Tapi pernah lihat seorang bocah ramai-ramai keluar sekedar main layangan??atau bersenda gurau sekedar sampai bertengar karena rebutan sebuah permen??

Semua dipangkas habis dengan celotehan, omelan, larangan yang dibuat-buat untuk menutupi semua tak ketenangan hidup..
Benih pura-pura terus saja tertanam subur dalam sanubari bocah yang baru bisa mengeja..
Segala yang tak berhubungan dengan kemewahan hanyalah jalan yang plintat-plintut..
dan bersarang dengan nyaman di tangan memar yang kesakitan atau teriakan histeris karena gelap di kamar mandi..

Buat apa membesarkan kalau tak bisa berbesar diri..
Buat apa Prestige kalau buat tidur jadi gundah??
Tak ada jujur yang menyiksa diri,,
Tak ada dusta yang mensucikan...
Nanah tetap nanah dan membusuk...
Berharap sampai habis nafas di dadapun tetap saja tak berubah jadi bunga atau pohon buah..

Tak ada kata naif yang mampu membalikkan..
Tapi tak jarang pula menutup mata dan lupa diri..

Jaman sekarang hidup susah...
Era globalisasi, perkembangan sains dan teknologi...
Krisis ekonomi, uang dan kemapanan...
Semua hanya rekayasa seorang yang beromong kosong dan membenarkan semua ketidakbenarannya...

Ya Hidup,,,

Lingkar waktu yang tak terungkap,,
Hapuskan ragu dipermukaan,,
tangis sepi sedu sedan yang sembunyi,,
asa dibawa pergi terjaga lagi,,

Limpahannya tak terasa lagi,,
semua paradigma komtemporer kini,,
tak lebih hanya dunia yang penuh metaforis,,
Dengan monokrom hitam putihnya sebagai semua warna yang bisa dijamah,,

Langit,,Langit,,mana merdeka??bebas yang mengintai,,
Seribu tanda tanya mungkin tak pernah cukup akan risau yang tak terjawab,,
membendung pilu yang mulai menekan,,memekakkan telinga sampai bernanah menahan,,,
Resah yang membentang lewati cakrawala antara kini dan anggan semata,,

Buram pandang sesemua jatuh bergantian,,
Biaskan seragam semua sesak yang merongga di dada yang kepayahan,,,
mimpi kini hanya bertengger di pojok ruang,,
tak ada guna berjingkat dan menyapa yang terdiam..mematung..

Ada kalanya buram meninggikan,,memapah dalam kepayahan,,
Ada saatnya nyeri bangunkan dari koma lama berkepanjangan,,
sekedar teriakan agar tersentak sadar kembali,,"ini realita..!!!"
Ada perlunya berharap dalam semua bekuk yang berulang menghantam...
Sebuah harga mahal pada suatu kepercayaan yang terdengar retoris..
Ada kalanya berontak,,saat semua sistem berpendar pelan,,mematikan tiap tatanan norma yang tersusun rapi di dalam rak,,

Buat apa melihat kalau hanya untuk dibutakan,,
Buat apa mendengar kalau hanya untuk ditulikan,,
Buat apa merasa kalau hanya untuk dimualkan...
Kau disana,,berpegangan teguhku di sini..
Nyanyian pilu sunyi dunia..

Kamis, 16 Oktober 2008

Terhambur Rasa,,

Anggap semua sepele,,
kau di sana, ku hanya di sini,,
mengikat sebuah pecahan yang terhambur,,
lalu,,anggap semua tak pernah terjadi...

Kalut yang datang pergi selalu berganti,,
Kadang dilupa,,tak sedikit yang terbawa,,
terhambur seperti remah roti yang tercecer saat di santap si bocah kusam,,
dia sisakan susunya terburu,,

Terlambat,,katanya tak ada,,
mungkin karena buang waktu tak berguna,,,
layaknya ingatan dulu yang terhambur acak di kepala,,
kadang hilang sekat ralita dan fiksi belaka,,

Berlagak tenang tak ada apa,,,
memeras baju kebasahan yang baru dicuci,,
kemarin muak dengan pakaian kotor yang terhambur menumpuk,,
di sudut kamar lembab yang berjamur,,

jangan rasa kalau memang tidak merasa,,
jangan memandang jika memang kabur di mata,,
tak pernah meminta,,tak juga mengajakmu,,
hanya saja sedikit untaian kata,,,"maaf"
dan semuanya mungkin tak pernah terjadi,,