Selasa, 27 Januari 2009

Dearly Beloved...

It was all left behind..
along with it's curtain fall
Down the alley through
Then the day just went off..

Never rest..
Never piece..
It should rainy, when i come..
Home just too far away..

Then it's sparkle..
Over million, the sun barely..
I held it once, beyond of all..
Then it's gone..

Tell a Story..
that you never heard..

Some letter, i forgot..
Some birds still flew..
Sometimes..
But still...

"Dearly beloved, are you listening...?
I can't remember the word that you were saying.."

Senin, 26 Januari 2009

Deru ini, derumu....

Bersilangan, jalannya terbentang.
Sebanyak mata yang memandang.
Horizon terus terbentang, sepanjang
Waktu yang melintang..

Aral, sambil ku bawa..
Gaung memberi tanda, mengundang
Datang.., biar ku sampaikan..
Jika perlu, memang..

Tak ada yang menang, menggangu mu
Menyuratkan sampai ke penghujung langkah tertinggal..
Sesaat, bersenandung..
Malam sepi terangi lagi..

Hembuskan nyawa di arinya..
Buatkan lagi secarik cerita..
Biar jadi pelipur lara..
Deru ini hanya kubawa,,
tak kemana..

Rabu, 21 Januari 2009

Sebegitunya..

Dan pintu ini terbuka lagi,,
Dan memandang sekali..
Dan mengingat..

Hujan berganti, musim lewati..
Malamnya tak berbalik untuk bisiki..
Ingatan segenggam perlahan..
Ku sudah tak biru..

Waktu beriak, dalam sesekali...
Mengintip terisak, ku sembunyi..
Lebih pasti, namun masih memergoki..
Semburat warna-warni..

Tak biasa dengan ini..
Banyak tak terjawab semua yang dikasihi,,
atau sering tertegun ingin memberi..
Harap tak jemu saja berawal dimana..

Diawali dengan sapa..
Diawali dengan sajak..
Tak lagi kini meniduri..
Tak sebebas kini dulu sunyi..

Hanya pintu ini terbuka lagi,,
Hanya memandang sekali..
Hanya mengingat..

Kamis, 15 Januari 2009

Bermainku dengannya, mati...

Tambahkan alirnya biar deras..

Mengisi terus biar terisi bak air bah..
Kumbang sumringah, dengan selasa yang megah..
Jejak roti setangkap dan susu pagi masih ada di lidah..
Naluriku..
Bergumam, tentang lelah parau yang lemah..
Tentang langit biru yang muram, tak lagi cerah..
Sekelebat pandangku mengadah..

Bergumam, kau yang lelah mengadah..

Rabu, 07 Januari 2009

Kuldesak

Berulang..
Mulai dengan pagi, lalu malam lagi..
Bisiki jauh ke dalamnya, tiada...
Pergi, kembalinya mengasihi...
Rima mati di pagi hari, malam hanya pandangi..

Semu lamunan perantauan..
Eratnya pegangi, bukan sesakan..
Seakan baru kemarin, lihat esok pandangi..
Hangatnya temaram, rindu di tepi..

Gaungnya meragu dimana dudukku disanding..
Bersama gemercik waktu mengalur di relungnya..
Sudahi cerita yang dikisah berulang..
Sadur di akhir baris sajak tertulis..

Berulang...

Senin, 29 Desember 2008

Two

Those time remind me to forget
Like whispering, through the rainfall
Some silent that bought calm
Those day just like the other day

Depth, being lifted for those
Whose watching, in the end
Life retarded, force to reminds
Who you really are

And all that being frightened
With tears and hope that missing
Dawn just finished tell some stories
Don't let it be gone

Some pictures, remind me of times
Like a sketch of photographs, in the old day
Memories, if it'll be broke..remember..
Those day just where i truly belong

Dua...

Serasa pernah, suka cita, rasanya
Daya luluh hadapnya, berdansa, melebam
Hanya waktu padanya berharap
Tersisakan ruang yang teduhku lewati hujan

Sketsa hidup kosong, ku bawa
Hinggapi hari-hari, hingga habis bersisa
Landasanku bersauh jauh disanding
Dengan detaknya yang begitu kurindu

Cahayamu, bayangku bersama tawa
Selembar, tiap detiknya kuselami
Jika langit tertunduk, dan bumi bergejolak
Tersenyumlah, agar bisa kulalui..

Serasa pernah, bertemu tegur sapa
Yang selalu terbesit dalam angan
Jika malam, sampai usai temuan
Bersyukurlah, karena sebentar..