Sabtu, 08 Agustus 2009

Jauh yang Dekat..

Bagaimana, saat memisahkan..
Pagi dan malam..hitam dan putih..
Yang ragu diantara, pada ujung terbatas..
Pengindraan yang buram di kisi sendiri..

Bagaimana, saat terdekatkan..
Hilang ruang, kusam waktu beragam..
Bertukar tegur sapa yang menggaung kemarin..
Dalam anginnya bertiup lirih sambil sampaikan salam..

Diantara ku..
Dimana jarak akan hilang selayaknya..
Sebuah pertemuan lama ditunggukan..
Dalam cerita, yang belum sampai pada akhirnya..

Dengarkah.?Permulaan dimulai kembali..
Pada hari yang sama, saat hidup berjalan..
Hinggapi cemas kala itu, saat kemarin terdiam..
Lama...Terus berirama walau lemah..

Kisahmu dulu tertinggal..
Bawakan sekarang tatap mengindahkan curamnya pegangan..
Berbiaskan sinar senja di pelupuk mata, dan pergi,,
Temani ini..Sampai habis disini..

Jumat, 07 Agustus 2009

Lagi Waktu Disimpan..

Lambat laun, akan tahu..
Dimana terlewatkan..
Asa yang terbawa semalam..
Atau hanya canda yang semusim..

Lambat laun, waktu tahu..
Mana yang bisa dan harus..
Hal yang ditinggal pergi..
Saat hari kian semu..

Bersenandung lirih, saat awan bergerumul..
Cerah, terik yang biasa dalam suatu ketika..
Tatap temu, menyeruak ke permukaan..
Saat mimpi jadi satu..

Akankah diingat.?
Kisah yang dulu tersampaikan.?
Di penghujung ruang tersiakan..
Di bawah hujanmu ku berteduh..

Di tiap seka titik-titik yang runtuh dan basahi..
Tak ada yang mengerti selain hati..
"Datang kembali, kesini dalam dimensiku.."
Lambat laun, akan tiba saatnya..dia tahu..

Rabu, 05 Agustus 2009

Hilang, datang, dan pergi...

Tampak terlalu lama terbawa..
Arus cerita dalam sisi waktu..
Yang bersebrangan dengan pantulan..
Temaram yang goyah tertiup malam..

Kurun kunjung layu..
Diterpaan hujanmu yang hiasi..
Sepanjang petang hingga tiba lupaku..
Bahwa pulang masih ada..

Detik yang terbuang bukan percuma..
Duduk di ujung hari bebaskan..
Selami angan dangkal yang terbatasi..
Esok kan merona dalam pengalihan..

Langkah tak terhenti..
Hanya stagnasi dalam tujuan yang harus diraih..
Berbicara tentang kosong yang tetap mau dipenuhi..
Atau lantas sekedar terbaring saja sendiri..

Tampak terlalu lama harusnya..
Jalan ini terlalui, bersama..
Dalam heningnya sinaran disisakan hari..
Menuntunku, menggapaimu..

Selasa, 28 Juli 2009

Sisi Waktu

Aku mau..
Bersauh satu di sana..
Hanya satu, dengan ungkapan yang baru..
Serba baru, biar tahu..

Melimbung rasa lalu, yang lalu sudah berlalu..
Hanya tergerak segan tapi maju, hanya maju tapi tak mau..
Hidup berlabuh di sini, saat kail tak teraih..kadang..
Mau dimana dihabiskan? Dalam sunyi semu menghampiri..

Pusaran waktu, di situ..
Di tempat dulu, saat bertukar tegur sapa yang biasa..
Berteduh saat langit mengasihi, hanya kasihi...
Agar terbagi, saat nanti si pagi..

Malam berpendar, jadi satu..
Bukan lagi dikatakan dengan cara yang baru..
Hanya tahu..
ku begitu, kau begitu..

Selamat Jalan...

Jabat tanganku...
Bila tak lagi diraih..
Di waktu yang bergulir..
masih dirasa jalan yang beralur..

Sehabisnya berakhir lagi..
Permulaan yang datang dan pergi..
Temaram yang segan dilewati..
Langkah berliku ikuti..

Bayang tentang penggalan ingatan dulu..
Yang mengekang dalam abu..
Hinga lupa..
Saat pernah di sana..

Sabtu, 04 Juli 2009

Citraan V

Sunyi ini
Bangunkan yang terlelap dari
Mimpi yang tak pernah mengakhiri
Waktu tak berdetak
Ruang begitu sepi
Malam nanti pergi

Kamis, 02 Juli 2009

Waktu yang Dulu Diberi

Dan tiap detik yang terhisap olehnya..
Yang selalu menyapa kemarin..
Yang selalu menyahut sekarang..
Di setiap tingkap gaung saat esok akan datang lagi..

Gelisah menunggu dalam sebuah awal paradoks buku..
Sebuah permulaan cerita baru yang ditulis setengah hati..
Entah mengapa gundah, dalam warna baru yang ditorehkan..
Janji dulu dalam kaburnya ingatan lalu..

Dibuat dengan rentetan peristiwa..
Dimana selalu berawal dengan sebuah kedatangan sebidak harap yang menjemu..
Dalam sebuah proses yang selalu hambar dalam setiap percakapan bisu..
Arti sebuah temu yang hanya saja begitu, dalam rangkaian babak yang selalu lupa ditutup..

Diakhir jalan terlewati, sadarkan..
Rasa bukan sebuah kata manis yang yang ditiru..
Hati bukan sekedar bait dalam lirik lagu..
Di penghujung usia yang rapuh dibawakan..
Tak lagi peduli semua yang ingin..
Hanya saja, agar tahu..
Disini sekarang..