The city sleeps
So silently
Wish I could say the same for me
But I've got this dead ended street
To keep searching
For a tunnel underneath the bitter truth
Or a bridge invisible I won't fall through
And I don't know how much I can keep
Letting you unravel me
'Cause the more you learn the more we share
We were worlds apart and you see
It was so much easier to be
'Cause now I know what we can't have and it's so unfair
I never meant
Most of those pretty words I said
But I wanted you to think I did
'Cause telling you all this makes no difference
It's useless
'Cause those who get to know our hearts the most
They always seem to be the ones we'll never hold
And I don't know how much I can keep
Letting you unravel me
'Cause the more you learn the more we share
We were worlds apart and you see
It was so much easier to be
'Cause now I know what we can't have and it's so unfair
Can't you see it's destroying me?
I can't stand the closeness
But don't you dare go avoiding me
It kills me and yet it keeps me going
And I don't know how much I can keep
Letting you unravel me
'Cause the more you learn the more we share
We were worlds apart and you see
It was so much easier to be
'Cause now I know what we can't have and it's so unfair
like the feet to walk, the lungs to breath, the brain to think, the heart to hope, and the words to be free...
Jumat, 11 Desember 2009
Senin, 07 Desember 2009
If My Heart Was a House - Owl City
You're the sky that I fell through
And I remember the view whenever I'm holding you
The sun hung from a string
Looking down on the world as it warmed over everything
Chills run down my spine as our fingers entwine
And your sighs harmonize with mine
Unmistakeably, I can still feel your heart
Beat fast when you dance with me
We got older and I should've known
(Do you feel alive?)
That I'd feel colder when I walk alone
(Oh, but you'll survive)
So I may as well ditch my dismay
(Bombs away, bombs away)
Circle me and the needle moves gracefully
Back and forth
If my heart was a compass you'd be north
Risk it all 'cause I'll catch you if you fall
Wherever you go
If my heart was a house you'd be home
It makes me smile because you said it best
I would clearly feel blessed
If the sun rose up from the west
Flower balm perfume
All my clothes smell like you
'Cause your favorite shade is navy blue
I walk slowly when I'm on my own
(Do you feel alive?)
Yeah, but frankly I still feel alone
(Oh, but you'll survive)
So I may as well ditch my dismay
(Bombs away, bombs away)
Circle me and the needle moves gracefully
Back and forth
If my heart was a compass you'd be north
Risk it all 'cause I'll catch you if you fall
Wherever you go
If my heart was a house you'd be home
And I remember the view whenever I'm holding you
The sun hung from a string
Looking down on the world as it warmed over everything
Chills run down my spine as our fingers entwine
And your sighs harmonize with mine
Unmistakeably, I can still feel your heart
Beat fast when you dance with me
We got older and I should've known
(Do you feel alive?)
That I'd feel colder when I walk alone
(Oh, but you'll survive)
So I may as well ditch my dismay
(Bombs away, bombs away)
Circle me and the needle moves gracefully
Back and forth
If my heart was a compass you'd be north
Risk it all 'cause I'll catch you if you fall
Wherever you go
If my heart was a house you'd be home
It makes me smile because you said it best
I would clearly feel blessed
If the sun rose up from the west
Flower balm perfume
All my clothes smell like you
'Cause your favorite shade is navy blue
I walk slowly when I'm on my own
(Do you feel alive?)
Yeah, but frankly I still feel alone
(Oh, but you'll survive)
So I may as well ditch my dismay
(Bombs away, bombs away)
Circle me and the needle moves gracefully
Back and forth
If my heart was a compass you'd be north
Risk it all 'cause I'll catch you if you fall
Wherever you go
If my heart was a house you'd be home
Sore itu, Hujan terlalu..
Tak ada yang terdahulu..
Yang dilampaui..
Saat hari ini, masih di daki..
Bukan cuma..
Hanya saja..
Rindu..
Di tengah jalan, ini sama..
Hanya ujung tak berujung..
Di akhir yang masih abu..
Masih buram ku dilihat..
Lalu ragu..Lalu resah..
Lalu tersesat saat sakit disengat..
Lalu terdiam..
Ya..Hanya diam..
Tak tahu apa yang harus kubuat..
Sepenggalan lembar lama terbesit..
Hanya terbesit..
Sesaat kulupa laluinya..Sesaat kulupa indahnya..
Hanya diam..Dia mau sunyi..
Lalu terlelap..
Aku tahu ini hanya lelah yang terlalu..
Aku ingat, walau ingin lupa..Ku tak mau..
Tak bisa, hanya saja ku tahu..Ku tak mau..
Ini sesak..Ini aku dengan nafas yang tersegal..
Terganjal..Tersimpan dilamanya ku buang temaram yang tenang di sudut ruang..
Lalu ku rasa ku tahu apa..
Atau mungkin ku tahu..Benar-benar tahu..
Biar saja..Waktu tahu walau ku tak tahu..
Biar saja..Jika memang aku perlu..Nanti ku kan tahu..
Lalu..Biar saja..Aku menunggu..Karena mau..
Karena tahu..Ku tak kan layu..
Karena tahu..Karena mau..
Yang dilampaui..
Saat hari ini, masih di daki..
Bukan cuma..
Hanya saja..
Rindu..
Di tengah jalan, ini sama..
Hanya ujung tak berujung..
Di akhir yang masih abu..
Masih buram ku dilihat..
Lalu ragu..Lalu resah..
Lalu tersesat saat sakit disengat..
Lalu terdiam..
Ya..Hanya diam..
Tak tahu apa yang harus kubuat..
Sepenggalan lembar lama terbesit..
Hanya terbesit..
Sesaat kulupa laluinya..Sesaat kulupa indahnya..
Hanya diam..Dia mau sunyi..
Lalu terlelap..
Aku tahu ini hanya lelah yang terlalu..
Aku ingat, walau ingin lupa..Ku tak mau..
Tak bisa, hanya saja ku tahu..Ku tak mau..
Ini sesak..Ini aku dengan nafas yang tersegal..
Terganjal..Tersimpan dilamanya ku buang temaram yang tenang di sudut ruang..
Lalu ku rasa ku tahu apa..
Atau mungkin ku tahu..Benar-benar tahu..
Biar saja..Waktu tahu walau ku tak tahu..
Biar saja..Jika memang aku perlu..Nanti ku kan tahu..
Lalu..Biar saja..Aku menunggu..Karena mau..
Karena tahu..Ku tak kan layu..
Karena tahu..Karena mau..
Rabu, 25 November 2009
Inginkan, Nyanyian Soneta
Ku meraba, meredam semua rasa..
Tak lagi ingin digenggam, tapi tak mau pula kupandang..
Dalam lebam langit suram, hujan menghujam...
Serba asing semua, lalu pelupuk mata dipejam...
Dalam terang ada bayang..Walau pijakan dijenjang..
Saat satu terpaut dengan yang lainnya, semua terbawa..
Jadi sama biar ada..Yang tiada..
Kau tahu, tak ada,,yang menunggumu disana..Tiada..
Pusaran tanya bergejolak di kepala..
Terasa asing namun sering terlontar saja..
Jadi sebuah ingatan yang metafora..
Tentang hal yang retoris dan tak bermakna..Untuk apa.?
Dalam diam, waktu membasuh..
Biar ingat sedang sekarang..
Di langkah yang berjuang agar tak lagi tenggelam..ataupun karam..
Tak teredam di riuhnya gaung ruang ditatapmu..Apa yang kau rasa.?
Senandung lagu dalam tiap baitnya..
Di lirih dalam secarik lirik yang ambigu..
Mana awal dan akhirnya..apa kau lupa buat cerita.?
Lantunan nada tak selalu sama, memang...Mau kau berirama.?
Ku meraba dalam tenangnya jiwa..
Tak kan ada..
Tak kan pernah..
Hidup bukan semua cerita..
Mungkin simpul yang selalu kau eratkan..setiap saat..
Tak lagi ingin digenggam, tapi tak mau pula kupandang..
Dalam lebam langit suram, hujan menghujam...
Serba asing semua, lalu pelupuk mata dipejam...
Dalam terang ada bayang..Walau pijakan dijenjang..
Saat satu terpaut dengan yang lainnya, semua terbawa..
Jadi sama biar ada..Yang tiada..
Kau tahu, tak ada,,yang menunggumu disana..Tiada..
Pusaran tanya bergejolak di kepala..
Terasa asing namun sering terlontar saja..
Jadi sebuah ingatan yang metafora..
Tentang hal yang retoris dan tak bermakna..Untuk apa.?
Dalam diam, waktu membasuh..
Biar ingat sedang sekarang..
Di langkah yang berjuang agar tak lagi tenggelam..ataupun karam..
Tak teredam di riuhnya gaung ruang ditatapmu..Apa yang kau rasa.?
Senandung lagu dalam tiap baitnya..
Di lirih dalam secarik lirik yang ambigu..
Mana awal dan akhirnya..apa kau lupa buat cerita.?
Lantunan nada tak selalu sama, memang...Mau kau berirama.?
Ku meraba dalam tenangnya jiwa..
Tak kan ada..
Tak kan pernah..
Hidup bukan semua cerita..
Mungkin simpul yang selalu kau eratkan..setiap saat..
Selasa, 24 November 2009
Maaf
Maaf,
Asaku, bebanimu..
Maaf,
Resahku sesakkan hirupmu..
Minghimpit pijakmu..
Ku tak mau..
Kata lama kala itu..
Hanya terdengar bagai berita baru..
Baru tapi biru..
Harimu biru, langit itu..
Berita biru,
Penantian, tanya lagi..
Saat berucap tanya lagi,,
Pinta lagi, ada kasih lagi..
Lagi-lagi hati sendiri..
Biar sakit, dia akan pergi..
Isak malam itu beda..
Ku tahu apa sajaknya, diseberkas cahaya lampu teranginya..
Bersandar sejenak, memalingkan ini biar sirna..
Bukan lupa, hanya terhembus ke telinga...
Ya, kita sama..
Kau memanggil, bukan.?
Asaku, bebanimu..
Maaf,
Resahku sesakkan hirupmu..
Minghimpit pijakmu..
Ku tak mau..
Kata lama kala itu..
Hanya terdengar bagai berita baru..
Baru tapi biru..
Harimu biru, langit itu..
Berita biru,
Penantian, tanya lagi..
Saat berucap tanya lagi,,
Pinta lagi, ada kasih lagi..
Lagi-lagi hati sendiri..
Biar sakit, dia akan pergi..
Isak malam itu beda..
Ku tahu apa sajaknya, diseberkas cahaya lampu teranginya..
Bersandar sejenak, memalingkan ini biar sirna..
Bukan lupa, hanya terhembus ke telinga...
Ya, kita sama..
Kau memanggil, bukan.?
Jumat, 20 November 2009
Gadis(ku)..
Hijau toska..
Aku berjalan, walau stagnan dalam ruang ini..
Aku berbalik, saat masih menatap lagi jalannya..
Aku memejam, aku tahu..Ini siangnya..
Haru biru..
Kulupa kapan..
Saat bertanya.. "Bunda, siapa aku ?"
Mungkin juga ku tak perna bertanya..
Ku tak ingat pula ada jawabnya..
Kuning pucat..
Mentari, mentari..menari..
Kenapa tak usang menanti..
Dalam mimpi, biarlah ku berdiri..
Kepalanku, di nadi ini terengah..
Hitam legam..
Malam ini, bukan suram hanya bungkam..
Di bawahnya, hati yang temaram jadi tentram..
Entah, walau memori tak terekam..atau hanya kusam ?
Kulupa rasa ini bernama, atau memang sejak awal tak punya..
Aku tahu dunia tak seindah yang bisa..
Ku tahu kadang ia hanya sebuah babak dalam drama lama..
Ku memejam, tak ada..
"Sayang.."
Selalu..
Tak hilang..
Aku berjalan, walau stagnan dalam ruang ini..
Aku berbalik, saat masih menatap lagi jalannya..
Aku memejam, aku tahu..Ini siangnya..
Haru biru..
Kulupa kapan..
Saat bertanya.. "Bunda, siapa aku ?"
Mungkin juga ku tak perna bertanya..
Ku tak ingat pula ada jawabnya..
Kuning pucat..
Mentari, mentari..menari..
Kenapa tak usang menanti..
Dalam mimpi, biarlah ku berdiri..
Kepalanku, di nadi ini terengah..
Hitam legam..
Malam ini, bukan suram hanya bungkam..
Di bawahnya, hati yang temaram jadi tentram..
Entah, walau memori tak terekam..atau hanya kusam ?
Kulupa rasa ini bernama, atau memang sejak awal tak punya..
Aku tahu dunia tak seindah yang bisa..
Ku tahu kadang ia hanya sebuah babak dalam drama lama..
Ku memejam, tak ada..
"Sayang.."
Selalu..
Tak hilang..
Menopangnya, ku dibawa..
Ada curahan, kau mengapa bertanya?
Saat rajam datang, telaga dahaga terbawa..
Kau tahu tak ada habisnya..
Terpasung..
Dibelah saat mata mengadah..
Akan datang, saat merekah..
Kawan, lihatkah kau dunia megah?!
Tak ada yang menungguku, semua senyap terlelap.
Tak ada lagi yang sudi menunggu..
Secerah pagi di hari yang terang..
Benderang, aku akan datang..Jangan menghadang..
Biar bangun lagi..Hidupnya dinanti..
Saat rajam datang, telaga dahaga terbawa..
Kau tahu tak ada habisnya..
Terpasung..
Dibelah saat mata mengadah..
Akan datang, saat merekah..
Kawan, lihatkah kau dunia megah?!
Tak ada yang menungguku, semua senyap terlelap.
Tak ada lagi yang sudi menunggu..
Secerah pagi di hari yang terang..
Benderang, aku akan datang..Jangan menghadang..
Biar bangun lagi..Hidupnya dinanti..
Langganan:
Postingan (Atom)